Dari Prabu Siliwangi: Keturunan Pangeran Papak Cinunuk k, yang keturunannya ada diKawalu, Tasikmalaya
PRABU SILIWANGI:
(1482 – 1521 M)
Kanjeng Pangeran Mangku Negara, Prabu Banjaran Sari,
Sri Baduga Maharaja – Rundayanana:
Dari isteri Nyi Ratu Putri Buniwangi, Ratu Ayu Rambut
Kasih Sekar Arum Rutjitawati Kancana (Limbangan), putri dari Prabu
Layaranwangi (Sunan Rumenggong) dari Keprabuan Kerta Rahayu, berputra antara
lain:
I.
Raden (Prabu) Hande Limansenjaya, atau Prabu Liman Djaja yang adalah putra Prabu Siliwangi yang ke-19; dan
ada lagi Prabu Wastu Dewa dari ibu yang sama. sama.
II.
Prabu Hande
(dan istri Ratu Sang Hiyang Anten, putra Prabu Silalangu Laya Kusumah;
sedangkan Silalangu adalah putra dari Prabu Munding Wangi yang adalah kakak
dari ibunya Limanjaya. (berarti menikah dengan keponakan) mempunyai seorang
putera bernama Raden Wijaya Kusumah, atau Prabu Adipati Djaja, Sultan (Sunan)
Cipancar. Cucu Prabu Siliwangi ini
masuk Islam pada tahun 1525 M
III.
Raden Wijaya
Kusumah berputra 14 orang, yang sulung bernama
Raden Tumenggung Wangsanegara,
Sunan Karaseda, yang melanjutkan ke-adipatian Galih-Pakuan, menggantikan
ayahnya.
IV.
Raden
Tumenggung Wangsanegara berputra 6 orang, salah satunya Raden Adipati Aria Djiwanata.
V.
Selanjutnya
Raden Adipati Aria Djiwanata berputra Dalem Raden Adipati Arya Megatsari
Suryakusumah, Regent Limbangan tahun
1625, yang berputra 9 orang di antaranya:
VI.
Dalem Adipati Suta Djiwanagara, yang wafat di
Mataram; berputra 1 orang, ialah:
VII.
Dalem Tumenggung Widjajakusumah, Dalem Emas, di Sukadanah,
Sadang Wanaraja; dengan istri bernama Raden Ayu Singa, (putra Raden Wira Bangsa
yang adalah putranya Raden Adipati Aria
Djiwanata); berputra 10 orang di antaranya:
VIII.
Dalem Raden Adipati Sutanagara di
Cinunuk, Wanaraja – Garut. Leluhur keturunan Cinunuk ini berputra 8 orang, di
antaranya seorang perempuan bernama:
IX.
Nyai Raden Siti Tedja Kiamah; menikah
dengan Raden Kiai Noer Chatim (Penghulu Limbangan, putra Raden Kiai Suta Merta, putranya Dalem
Merta Singa) yang berputra 5 orang di
antaranya:
X.
Raden Kiai Muhammad Aliyam, beristri Nyimas Domas dari Cinunuk, berputra 3 orang,
yang di antaranya;
XI.
Raden Kiai Muhammad Djuwari, beristri
Raden Nyimas Indjang (Sindjang); berputra 7 orang, yang diantaranya adalah:
XII.
Raden Wangsa Muhammad, Pangeran Papak, yang lahir di Cinunuk pada abad ke-19 Masehi,
Wafat
17 Safar 1317 H atau Senin, 26 Juni th 1899 M.
Keturunan ke-12 Prabu Siliwangi ini berputra 14 orang dari 6 istri
yaitu:
Dari
istri pertama Nyi Raden Siti Rukimah
alias Eyang Enok: Raden Wangsadinata;
Nyi Raden Siti Satriamah alias Eyang Inut (istrinya Raden Mochamad Zainal Asyik); Raden Wangsadiwiria; Raden Danudiwangsa; Nyi Raden Gandaningrum/ Ratnaningrum; Raden
Wiradiwangsa.
Dari
istri kedua Nyi Raden Siti Karsiah: Raden
Natadiwangsa; Nyi Raden Siti Sutriyah,
alias Eyang Entri.
Dari
istri ketiga Nyi Raden Siti Maemunah berputra
satu orang bernama Nyi Raden Siti Satria Kusumah.
Dari
istri keempat Nyi Raden Andewi: Raden Djajadiwangsa; Raden Wigenadiwangsa
Dari
istri kelima Nyi Raden Mas Djerot: Raden Atmadiwangsa; Nyi Raden Lengkawati
Dari
istri keenam Nyi Raden Mas Ito: Raden Tisnadiwangsa
XIII.
Nyi Raden Siti Sutriyah, yang disebut sebagai Eyang Entri atau Uyut
Enteh, yang di Kawalu ditulis sebagai Nyi
Raden Siti Aniyah binti Wangsa
Muhammad wafat tahun 1925, makamnya dekat Kantor Kec.
Kawalu-Tasikmalaya. Ditulis Siti Aniyah
menikah dengan Mama Kopral. Uyut Siti Aniyah berputra 4 orang: 1. Nyimas Arsah, bersuamikan Lurah Selaawi;
2. Madsari, Lurah Kawalu, tinggal dan meninggal di
Cikebo; 3. Eyang Dongkol yang menjadi
Lurah Saguling dan 4. Mad’adi, Lurah
Kawalu, yang meninggal pada tahun 1944
dimakamkan di Kawalu.
XIV.
Eyang / Aki
Madsari, yang menikah
dengan Nenek / Eyang Rd. Enot dari Cikebo yang berputra 9 orang: 1. Kartasasmita; 2. Wargadijaya; 3.
Wirasasmita; 4. Nyimas Hj. Siti Mariah;
5. Nyimas Siti Aisyah (yang menikah dengan Eyang Lebe); 6. Nyimas Siti Hadijah;
7. Dadi (Aki); 8. Ena Sumpena; 9. Nyimas Imi.
XV.
Nyimas Haji Siti Mariah, di Tanjung, Kawalu wafat tahun 1982, menikah dengan Raden Yudawinata, putra Raden Yudapradja. Siti
Mariah wafat tahun 1982, kuburannya dipindahkan dari Cikebo ke Cicariang –
Kawalu. Hj. Siti Mariah & Raden
Yudawinata berputra 7 orang: 1. Rd. Siti
Rumanah (Mamih); 2. Rd. Siti Djuariah (Wa
Uwe istri Wa Ibrahim); 3. Rd. Siti Djulaeha
(Ceu Yaya; Jl. Minangkabau Jakarta). 4. Rd.
Maman Lukman; 5. Rd. Abdul Fatah (Mang
Entoh); 6. Rd Sambas alias
Memed; 7. Rd. Siti Komariah.
XVI.
Raden Maman Lukman,
Kawalu (L. 18-4-1917 W. 14-4-2000) menikah Rd. Nenah Hunaenah (Ma Enah binti Rd. H. Sukanta Atmadja - Pagaden), lahir 1 Mei 1922, Senin 3
Ramadhan 1340H. Berputra 13 orang, yaitu: 1.
Rd. Aan Yohansyah (w. 1997); 2.
Rd. Endang Hidayath (W. 1998); 3. Rd. Ai Sulasmi (L. 1941); 4. Rd. Ade Rohimah
(L. 1943); 5. Rd, Enok Roswati (L. 1946); 6. Rd, Danny A. Yani (L. 1949); 7.
Rd. Dedy Cherry Ahmad (L. 1951); 8. Rd.
Ivan Satyagraha (L. 1953); 9. Rd. Ujang Tresna Sunarya (L. 1955); 10. Rd. Hj. Euis Herlina (L. 2-11-1959); 11. Rd. Edy Rohendi (L.
1061) ; 12. Rd. Nunung Nurmalya (L. 1963); 13. Rd. Asep Rudy Nasir Ahmad
(L 1967).
XVII.
Hj. Raden Euis
Herlina (Iis), Kawalu 2-11-1959
menikah dengan Ir. H. Pipip Sumantri (Cicalengka, Bandung 5-5-1936, putranya
Hadiwinata Jalaksana-Kuningan & Nyimas Epon Wiharsah, cucu Rd. H. Sirad & Rd. Malyam, Pelag-Majalaya); berputra 7 orang:
XVIII. 1. Ami Nadia Rachmi S.E. (Ciamis, 13-12-1980); 2.
Qanita (Bogor, 10-9-1981); 3. Zohra (Bogor, 27-12-1982); 4. Bushra S.T.
(Jakarta, 18-7-1984); 5. Safiyya AMG (Jakarta, 1-7-1985); 6. Sakinat S. Ds.
(Jeanette Fb. Lb, Jakarta, 18-4-1987); 7. Mubasher Ahmad (Jakarta, 1-11-1990).