Rabu, 19 Juni 2013

HOMOEOPHATY dan KHALIFATUL MASIH IV r.h.



HOMOEOPATHY dan KHALIFATUL  MASIH  IV  r.h.

Ilmu pengobatan homoeopathy prinsip dasarnya ditemukan oleh seorang ahli pengobatan Yunani Hypocrates (th. 460 – 370 SM). Hipocrates menyatakan bahwa pada makhluk hidup, khususnya manusia terdapat system penyembuh alami yang disebut vix medicatrix nature. Selain itu ia juga menemukan bahwa suatu unsur atau zat yang dapat menyebabkan penyakit,  dapat juga menyembuhkan penyakit (homo = sama).  Sayangnya kemudian ditinggalkan oleh para dokter-dokter setelah Hypocrates, maka oleh seorang physician Jerman bernama Dr. Samuel Hahnemann (1781 M) yang bersama teman-temannya mengadakan experiment dan pembuktian proving percobaannya.  Tetapi system pengobatan homoeopathy tidak diambil perduli baik oleh para dokter maupun oleh masyarakat luas; karena obat homoepathy ini sangat-sangat murah walaupun manjur, dan tidak ada efek sampingan. Mereka, orang-orang ini lebih menyukai system pengobatan allopathic, system pengobatan ala Barat yang dikenal di zaman sekarang ini.  Memang dengan allopathic, ekonomi dunia mendapatkan besar manfaatnya, karena banyak dokter-dokter bisa hidup dari pengobatan orang sakit, Universitas Kedokteran dan Farmacy berkembang, penanaman pohon obat-obatan dan pabrik-pabrik pharmacy serta apotek dispensaries pun berkembang banyak yang mendapatkan keuntungan dan turut mengambil manfaat dari orang-orang sakit.  Dibandingkan dengan obat-obat homoeopathy yang bisa dibuat dengan modal  sedikit atau modal awal saja yang relative murah, sehingga bisa diberikan secara cuma-cuma, di-gratiskan atau kalau mau pasen bisa membayar untuk botol tempat obatnya yang tidak lebih dari Rp. 3000 - 5000 saja. 
Keluarga Mirza di Qadian India dalam beberapa generasi sudah berkecimpung dalam bidang medis. Mirza Ghulam Murtadha (1800-1876) kakek-buyut Khalifah IV r.h. biasa mengobati orang-orang desa-desa Qadian dan sekitarnya kalau ada yang menderita sakit. Tidak ada dokter di sekitar itu, maka sebagai seorang kepala suku beliau selalu diminta tolong apapun yang terjadi.


 Ilmu ketabiban diturunkan kepada anaknya, Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) yang kemudian menjadi Al-Masih Mau’ud a.s. (1890) yang menjadi terkenal karena keberhasilan dalam bidang pengobatan. Dari Hadits Tirmidhi Jilid 2 hal. 38 disebutkan: Imam Mahdi akan mendapat 2 macam penyakit, yang satu pada bagian atas dari tubuh (yaitu pusing - giddiness) dan yang kedua pada bagian bawah tubuh (yaitu diabetes). Anak beliau, Mirza Bashir-ud Din (1889-1965) yang kemudian menjadi Khalifatul Masih II r.a. (1914) sangat tertarik pada medication dan mempelajari secara mendalam ilmu pengobatan allopathy, herbal dan obat local; ketika homoeopathy sampai ke India, beliau menjadi salah seorang praktisi homoeopathy yang pertama.  Tetapi Mirza Tahir Ahmad (1928-2003) yang kemudian menjadi Khalifatul Masih IV r.h. (1982) itu, sampai di usia 14 tahun ia menganggap homoeopathy hanyalah omong kosong hocus pocus yang tak ada artinya.  Tahir menganggap tidaklah mungkin ada obat yang diencerkan sampai kadar yang amat sangat kecil itu masih memiliki efek pengobatan. 

Kata Tahir, ketika saya sakit, ayahku memberikan dua macam resep obat  allopathy dan homoeopathy juga dan setelah sembuh saya tidak tahu obat yang mana yang bekerja? Saya seringkali menderita sakit pening kepala migraine yang berat, kadang-kadang dengan 5-6 butir aspirin tidak juga reda terpaksa makan obat analgesic tinggi penahan nyeri yang biasa ayah beli dari Calcutta. Satu kali saya menderita migraine yang sangat berat sehingga hanya bisa berbaring ditunggui oleh ibuku, ibu mengirim orang untuk meminta 2 butir  tablet analgesic dari ayahku. Orang itu kembali mengatakan tidak ada lagi obat analgesic, tetapi ayahku memberikan tepung obat homoepathy untuk-ku. Aku berpikir, ini tak ada gunanya sama sekali, tetapi karena sedang merasa sangat sakit, saya pun menyerah saja tidak protes. Ibuku menaruhnya disendok dan saya pun menelannya.
Ibuku yang selalu dekat tempat tidurku bertanya, bagaimana rasanya keadaanmu sekarang?  Eh ternyata saya menyadari bahwa sakit kepala itu mendadak hilang! Sesudah sembuh, saya mulai berpikir,  sekarang teori itu harus mengikuti observasi. Teori mengatakan, itu tidaklah mungkin; tetapi pengamatan observasi mengatakan, itu memang terjadi!
Satu kali saya sakit pilek yang berat, yang tidak sembuh-sembuh dengan obat biasa. Saya minta obat kepada ayahku. Ayahku mengajukan beberapa pertanyaan dan kemudian memberikan bermacam-macam tepung (homoeopathy); saya sembuh dalam satu hari.

Ketika ayahku menderita sakit keras, tanpa diperintahkan saya mulai mempelajari pengobatan homoepathy dari buku-buku yang ada di perpustakaan; saya pinjam tetapi tidak pernah dikembalikan karena tidak ada orang yang tertarik untuk membacanya. Lambat laun saya dapatkan ilmu ini dan akhirnya saya nyatakan:  Tidak ada allopathy lagi!  Ketika saat itu saya sering terkena penyakit malaria yang berat, dimana obat allopathy yang dipakai mengobati malaria, menyebabkan side effect yang membuatku rasa sakit. Tiga-empat hari saya menderita, tanganku membengkak, terasa gatal di dalam tubuh, saya tidak tahu apakah ini disebabkan oleh malaria atau pengaruh dari obatnya??

Maka saya memutuskan untuk mencoba pengobatan homoeopathy, saya berkali-kali gagal tetapi saya coba lagi dan coba lagi, dan saya pelajari lagi. Ini berlangsung selama 2 tahun yang akhirnya saya dapat membuat resep untuk diriku sendiri. Juga untuk serangan malaria saya membuat resep sendiri dan saya sembuh! Setelah itu saya mulai memberikan obat homoeopathy kepada anak-anakku dan juga kepada orang lain. Ini tanggung-jawab saya yang besar, sehingga saya terus-menerus mempelajari secara intensif.  Kadang-kadang saya perlu duduk semalaman untuk memikirkan resep apa yang akan diberikan kepada orang yang dijanjikan datang esok hari? Study yang terus-menerus dan dengan praktek-praktek akhirnya saya sekarang dapat dengan cepat memutuskan obat apa yang harus diberikan kepada pasen. Kadang-kadang dengan melihat pada mukanya saja saya dapat memutuskan resep apa yang perlu diberikan. Ini adalah hasil study dan pekerjaan praktek Khalifah dengan pengalaman selama 40 tahun!
Tentu saja tidak semua obat sama harus diberikan kepada orang yang menulis kepada Khalifah dengan symptom sama; Khalifah pun mendapat surat dari seluruh dunia; banyak dokter-dokter yang menulis surat secara pribadi tentang kondisi pasennya yang ia sudah merasa putus harapan, karena mendengar tentang keberhasilan usaha Khalifah. Ada kasus-kasus dimana orang yang dianggap sudah sampai di-terminal-nya, tetapi ternyata ia masih hidup sampai sekarang.  Saya berpikir, orang jangan dulu berburuk sangka dan singkirkanlah dahulu prejudice kemudian lihatlah faktanya tentang homoepathy ini. Catatan record lengkap dibuat di kantor Khilafat di London.

Orang yang meragukan kemampuan homoeopathy diantaranya adalah Tuan B.A. Rafiq (1931-2003), yang dulu menjadi Imam Mesjid Ahmadiyah London, ia penderita sakit diabetes.  Oleh karenanya kemana-mana ia harus membawa obat insulin. Tidaklah mudah untuk mendapatkannya di Pakistan, kadang-kadang di kampung tidak ada listrik sehingga susah untuk menyimpan insulin dengan baik. Makanya sebelum berangkat ke Pakistan Rafiq minta resep dari Khalifah. Cobalah! Kata Khalifah, kalau tidak baik, jangan dipakai! Menantu Rafiq seorang dokter di Amerika benar-benar skeptic atas obat Homoeopathy ini mengatakan: Tidaklah mungkin obat ini bisa bekerja! Selama perjalanannya di Pakistan, Rafiq tidak bisa mendapatkan insulin, ia pun menggunakan resep dari Khalifah: Dan ternyata bekerja! Saya tidak tahu apa-apa tentang medicine, Dokter yang menantu saya pun tetap skeptic, tetapi kenyataannya hasilnya bagus bagi saya!

Rafiq pun bercerita kepada Zafrullah Khan yang juga penderita diabetes. Zafrullah malah lebih skeptic lagi. Saya sudah 40 tahun sakit diabetes, katanya! Saya kira obat homoepathy tidak akan bisa menolong saya! Namun 2 bulan kemudian ia mengirim surat kepada Rafiq. Obat ini bagus! Zafrullah Khan masih menggunakan obat homoepathy ini selama 10 tahun terakhir sampai wafat tanggal 1 September 1985 pada usia 93 tahun.  Chaudhry Sir Muhammad Zafrullah Khan lahir tanggal 6 February 1893 seorang politisi, jurist, cendekiawan dan ulama Ahmadiyah terkemuka di Pakistan. Zafrullah Khan menjadi Menteri Luar Negeri Pakistan yang pertama, kemudian menjadi Wakil Pakistan di PBB, dan terakhir menjadi President International Court of Justice di Den Haag- Belanda.

Walaupun di setiap rumah missi / rumah muballigh Jemaat  Ahmadiyyah sudah disediakan secara cuma-cuma obat homoepathy bagi siapa yang meminta, namun Khalifatul Masih IV r.h. tidak memaksa anggotanya untuk harus mempercayai Homoeopathy ini.

Tambahan: Contoh pengobatan system homoeopathy bioplasma / biochemistry. Dr. Schuessler berpikir bahwa memberikan garam mineral dalam jumlah banyak dapat merusak fungsi dari sel-sel yang sehat; oleh karena ia memilih untuk mencairkan dan melarutkan garam ini pada kadar enjadi rutkan a memilih untuk mencairkan garam ini g gastritis, kebanyakan asam lambun.akistan di PBB, dan terakhir menjadi Pr pahomeopathic potency. Bubuk tepung atau pellet ini dimakan (ketika mulut sedang bersih) dengan ditaruh di bawah lidah agar bisa diserap masuk aliran darah melalui saluran kecil capillaries dalam mulut. 

Inilah informasi ke-duabelas garam cell salts yang sangat berguna untuk berbagai kondisi tubuh

Bio Plasma / bio chemistry
  • Calc Fluor digunakan untuk tulang, gigi, pembuluh darah dan jaringan urat halus - connective tissue-. Bisa digunakan untuk mengobati wasir, tumor fibroids (mis. pada uterus wanita), varises veins, kelenjar membengkak, lemah sendi tulang dan lemah daging tumit.
  • Calc Phos juga digunakan untuk  jaringan urat tulang halus, memulihkan kebugaran setelah baru sembuh dari sakit, otot cramp dan kejang urat. Juga dapat digunakan untuk tulang rapuh osteoporosis, patah tulang, pertumbuhan tulang atau gigi yang kurang baik, hiatal hernia – tonjolan burut keatas kearah perut, turun kadungan -uterine prolapsed- dan inpeksi kronis.
  • Calc Sulph digunakan untuk penyembuhan luka, pembentukan jaringan halus tissues baru, dan membantu hati  membuang toksin –detoxify- dari darah. Juga digunakan untuk luka bakar tingkat tiga -superficial burns-, jerawat –acne-, bisul –ulcers-, borok –boils-, bisul bernanah –abscesses-, peradangan selaput membrane -mucus membrane inflammation-, bronchitis, radang selaput lendir hidung –sinusitis-,  dan penyakit mata merah menular –pinkeye-.
  • Ferr Phos membantu darah mengalirkan oxygen, memperkuat saluran darah dan melawan inpeksi. Digunakan untuk demam tingkat rendah, luka memar, trauma, mimisan yang tak henti-henti dan anemia (terutama ketika sedang hamil), pendarahan borok, haid tidak teratur, sakit gigi dan gusi bengkak.
  • Kali Mur ada di dalam otot-otot, saraf, otak dan sel darah. Digunakan untuk mengobati pembuluh eustachio (antara telinga sebelah dalam dan kerongkongan) yang tertutup, radang tenggorokan laryngitis, radang selaput dada pleurisy, eksim kering, diare, keputihan, batuk kering dan dapat membantu mucus ingus yang ringan.
  • Kali Phos mengatur dan memperbaiki system syaraf. Digunakan untuk kelelahan, ketegangan sutris, kepayahan, vertigo, kejang urat - spasms, mati rasa - numbness, depresi, gugup - nervous sakit kepala, kulit jadi merah bengkak -skin eruptions, ketegangan yang membuat tekanan darah tinggi dan rasa cemas/ gelisah.
  • Kali Sulph membawa oxygen kedalam sel. Digunakan juga ispeksi telinga kronis, kulit bermasalah,  sakit sendi atau sakit saraf dan lendir / ingus tebal yang kronis.
  • Mag Phos ada pada darah, tulang, gigi, tulang belakang - spine, saraf dan otak, Digunakan untuk otot kaku dan kejang - spasms and cramps, mendadak kehilangan tenaga, sakit punggung, kejang sebelumnya datang haid, cepat marah -irritability, gigi sakit-sakit, dan denyut jantung tidak teratur -  arrythmias. (DHN 19/6/2013 pengganti tablet Promag, obat lambung mual gastritis, kebanyakan asam lambung).
  • Nat Mur menolong pendistribusian air secara tepat di dalam tubuh dan memperbaiki kekeringan atau kelembaban yang terlalu banyak pada tubuh. Digunakan untuk eksim basah, mulut kering, telinga mendenging - tinnitus, katarak, diare, kulit melepuh - blisters, demam, allergy rhinitis   bersin-bersin - hayfever, dan bengkak-bengkak - swelling.
  • Nat Phos mengatur keseimbangan ke-asaman -acid-base balance dan asimilasi dari lemak. Dapat menolong menyembuhkan rasa panas dalam perut&dada -heartburn, radang sendi -arthritis, buruk pencernaan, sakit perut kebanyakan asam - acid stomach aches, batu empedu dan batu ginjal -gall & kidney stones, berkeringat banyak, mabuk mual dan muntah (seperti yang sedang hamil) -morning sickness, dan rasa sakit seluruh badan terus menerus (sendi otot tendon-urat daging tumit) -fibromyalgia.
  • Nat Sulph menghilangkan/ mengurangi air berlebih dari sel dan urat halus jaringan -connective tissue- serta  memperbaiki fungsi hati -liver. Digunakan untuk mengobati penyakit gula darah, kencing manis - diabetes, ketidak mampuan mengatur kencing -enuresis, hilang nafsu makan, penyakit kuning - jaundice, bengkak -swelling, influensa, dan susah pencernaan.
  • Silica ditemukan pada jaringan halus -connective tissues, tulang, rambut, gigi, kuku dan sel-sel saraf.  Digunakan untuk mengobati memperbaiki fungsi ginjal, kelelahan, lemah adrenalin karena stress yang berat dan terus-menerus, kurang penyerapan unsur makanan gizi -nutrients, dan pasen yang mudah merasa kedinginan.

Darah adalah seperti halnya tanah untuk tempat tanaman. Tanah yang miskin, tidak subur hanya akan menumbuhkan tanaman yang kurus dan kering-sakit. Demikian juga darah yang kekurangan essential constituents atau unsur pokok/ penting akan membuat tubuh badan orang lemah, kurus-kering sakit-sakitan dan mudah terserang penyakit.  Dengan memberi pupuk memperkaya tanah dapat membuat tanam-tanaman yang kurus dan lemah menjadi tumbuh subur dan berbunga menghasilkan buah. Penyegaran, penyembuhan tubuh manusia yang sakit-sakitan dapat dilakukan dengan proses yang sama, yaitu dengan mengisi, melengkapi darah dengan unsur constituent yang kurang. Inilah bio-plasma, biochemistry, chemistry dari jaringan otot living tissues.

Tasikmalaya – Kawalu, 21 Juni 2013,  12 Saban 1434 H. :

Tidak ada komentar: